PRODUK BARU DARI KEDAI TUNAS PRAMUKA; SCARFISME + Scarf Indonesia Scout Movement. HARGA MASIH TETAP HEMAT, KUALITAS DAPAT DI ANDALKAN. DAPATKAN DISKON UNTUK PEMBELIAN DALAM JUMLAH BANYAK. ORDER SEKARANG JUGA.. BURUAN !!!

Selasa, 24 Januari 2012

trisatya dan dasadarma


Kode kehormatan adalah budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramukadalam melaksanakan kegiatan berorganisasi (ART Pasal 20 no.4). Kode kehormatan Pramuka ditetapkan dan diterapkan sesuai dengan golongan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota Gerakan Pramuka, yaitu, golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak.
Kode kehormatan terdiri atas janji yang disebut ‘Satya’, dan ketentuan moral yang disebut ‘Darma’. Kode kehormtan bagi golongan Penggalang terdiri atas;
1. janji yang disebut Trisatya, yang berbunyi;
Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
· Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengamalkan Pancasila
· Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
· Menepati Dasadarma
2. Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, berbunyi;
Dasadaarma
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.  Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3.  Patriot yang sopan dan kesatria
4.  Patuh dan suka bermusyawarah
5.  Rela menolong dan tabah
6.  Rajin trampil dan gembira
7.  Hemat cermat dan bersahaja
8.  Disiplin berani dan setia
9.  Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
10.  Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan
Perlu diperhatikan, isi antara Trisatya Penggalang dan Penegak terdapat perbedaan, untuk Penggalang yaitu “ mempersiapkan diri membangun masyarakat” sedangkan untuk Penegak yaitu “ikut serta membangun masyarakat.”

Minggu, 15 Januari 2012

ular naga


Permainan ini sangat bagus jika dilakukan oleh banyak Pramuka. Permainan yang dapat melatih seorang pramuka untuk patuh dan taat kepada pimpinan, menjalin kerjasama antar anggota, dan melatih kepekaan dalam menghadapi resiko, baik yang berasal dari luar, maupun dari diri sendiri.
Permainannya sangat mudah. Seluruh peserta berbanjar menjadi 2-5 kelompok (1 kelompok 5-10 orang atau lebih banyak lebih baik) sambil memegang pundak teman di depannya. Pemimpin paling depan menjadi “kepala naga”, dan teman paling belakang menjadi umpan makanan bagi ular naga yang lain.
Kepala naga harus bisa mengatur anggotanya untuk selalu bergerak agar tidak termakan oleh naga yang lain. Naga yang termakan naga lain berarti kalah. Kelompok yang kalah memberikan hadiah kepada kelompok yang menang. Permainan ini akan semakin seru ketika kepala naga ditutup matanya (ular naga buta), sehingga, ekor menjadi pengatur gerak dari seluruh anggotanya.
Selamat bermain, Semangat !!

Tes SKU Ramu

Penggalang Ramu (Penggalang tingkat 1), dapat ditempuh setelah seorang calon pramuka menyelesaikan syarat-syarat kecakapan umum (SKU) tingkat ramu.
Perlu diketahui bahwa, seseorang baru disebut sebagai Pramuka Penggalang apabila ia telah menempuh SKU tingkat Ramu dan ia berhak memakai Tanda Kecakapan Umum (TKU) Penggalang Ramu (Manggar merah 1/bengkok 1) melalui suatu upacara pelantikan. Sedangkan apabila ia belum menempuh SKU Ramu, maka ia masih disebut Calon Pramuka Penggalang.
Seorang calon pramuka dapat meminta tes SKU kepada pembinanya atau kepada guru-gurunya atau kepada siapa saja dengan syarat, orang tersebut memiliki keahlian/kemampuan yang sesuai dengan materi SKU. Tes SKU juga harus atas izin dari Pembina Gudep terlebih dahulu.
Tes SKU dapat dilakukan dimana dan kapan saja. Dalam SKU Ramu, terdapat 19 nomor tes. Peserta dapat meminta tes SKU mulai dari nomor berapapun sesuai dengan kemampuannya. Tes dapat dilakukan secara berkelompok ataupun individu.
Setiap peserta yang telah selesai tes SKU, berhak mendapatkan tanda tangan dari Penguji. Peserta diperbolehkan meminta tes berapapun, asalkan ia mampu melaksakanan dan memenuhi syarat kelayakan. Tentu saja hal ini disesuaikan dengan kondisi peserta dan penguji, waktu, serta tempatnya. Pelaksanaan tes Ramu, sebaik-nya selalu dalam suasana Kepramukaan (berseragam Pramuka), namun tes juga dapat dilaksanakan secara sederhana tanpa mengurangi nilai-nilai kepramukaan. (to be continue..)